1. Perkampungan Megalitik Namata
Perkampungan Megalitik Namata terletak di desa Raeloro Kecamatan Sabu Barat, dengan jarak dari pelabuhan seba ±2,5 km. berdasarkan cerita turun temurun bahwa pada masa lalu diantara batu-batu tersebut ada yang dapat berpindah tempat keliling pulau sabu dan kemudian kembali ketempat semula.
P Perkampungan Megalitik Kujiratu
Perkampungan ini terletak di desa Kujiratu Kecamatan Sabu Timur. Didalam perkampungan ini terdapat batu megalitik, rumah adat dan pepohonan. Rumah adat yang disebut ammu rukoko, yang bentuk atapnya seperti perahu terbalik, bahan atapnya dari daun lontar dan bendek/panggung 3 (tiga) susun.
Dalam kampung situs ini terdapat rumah - rumah adat dan altar upacara adat berupa sejumlah megalitik dan peninggalan sejarah lainnya seperti : meriam, tombak, pedang dan gong raksasa sebagai warisan sejarah budaya dan masih dilestarikan/dirawat dan dijaga dan dimanfaatkan pada ritual - ritual tertentu
Upacara - upacara adat yang dilaksanakan setiap tahunnya di situs ini : 1. Pehere Jara Kelila/naiki kebui yang biasanya jatuh pada bulan februari/ bulan maret, 2. Eki Kengoro Rae yang jatuh pada sehari sebelum purnama waru bangaliwu dan pada keesokan harinya upacara bui ihi pada saat purnama dan dilanjutkan dengan pehere jara bangaliwu pada hari berikutnya. susku yang berda di dara rae ini adalah suku naporu dan kerogo - kerogonya (sub udu/klan) pemimpin upacara ritual dalam kompleks ini adalah banga rae, kiru lihu dan doheleo. situs kampung adat dan megalitik kujiratu terdaftar sebagai situs nasional sejak tahun 1988.
3. Kompleks Megalitik Rae Nalai, Desa Keduru
Merupakan pusat peradaban dan perkembangan masyarakat Sabu Timur. Terdapat megalitik yang merupakan tempat duduk dari setiap kepala suku dan pada setiap tahunnya ditempat ini dilaksanakan upacara - upacara adat
4. Ritual adat Dhaba Raijua
Salah satu bentuk kegiatan sabung ayam adat di Pulau Raijua yang dilaksanakan pada bulan April (Warru Dab’a) yang diawali dengan kegiatan Ledo Ro Nakai (Tarian Tradisional) di perkampungan adat Nadega.
5. Pehere Jara
Merupakan suatu tradisi yang dilaksanakan setiap tahunnya untuk menyongsong hari-hari panen hasil bumi. Tradisi pehere jara dimeriahkan oleh sejumlah besar kuda jantan pilihan, yang mana setiap kuda dihiasi dan masing-masing dikendalikan oleh seorang joki untuk berlari mengelilingi secara berirama dilokasi tempat dilaksanakannya Pehera Jara
6. Hole
Tradisi upacara adat hole dilaksanakan di Mesara, Kecamatan Hawu Mehara. Acara adat hole biasa dilaksanakan pada bulan April-Juni. Hole adalah upacara yang paling penting dalam kalender adat. Puncak dari upacara ini adalah ketika sebuah perahu kecil atau rakit kowa hole yang sarat dengan semua persembahan berupa anak anjing, anak ayam, sorgum, kacang ijo, padi diluncurkan ke laut.
Acara ini bertujuan untuk melepaskan celaka ke laut serta menutup mulut laut agar hasil dari darat tidak terhirup atau tertelan ke dalam laut atau dapat dikatakan dengan istilah buang sial.
7. Peiu Manu
Merupakan suatu kegiatan mengadu ayam jantan yang dilaksanakan pada hari upacara adat seperti da’ba, hole dan bui ihi.
Manfaatnya adalah untuk mengalihkan perkelahian antara manusia, baik antar perorangan maupun antar kelompok. Ayam yang bertarung tanpa memakai pisau taji, harapannya untuk tercipta kedamaian diantara manusia.
Savu is located in the Lesser Sundas of eastern Indonesia (Nusa Tenggara Timur) half way between Sumba and Timor. The Savu archipelago includes Savu, Raijua and Dana and gave its name to the sea bordering Flores, Timor and Sumba. The Savu archipelago is part of the Savu Sea Marine National Park, whose aim is the protection and conservation of all types of marine mammals such as whales, dolphins, dugongs and turtles.
The Climate is dry for most part of the year. The rainy season from December to March brings irregular, but heavy rain and its share of floods near the coasts. Due to the scarcity of water the island produces few agricultural goods. It does allow one harvest of corn, mung beans, sorghum, tubers (cassava, taro), and cucurbitaceae (gourds, pumpkin, cucumber). Wet rice is restricted to the fewareas of the island which can be irrigated.
During the six to nine months of the dry season all river beds are dry and water supply is a main concern in the archipelago. The dry season is known here asawe menganga (musim lapar, B.I.), the hungry season. The sap the lontar palm tree provides an essential source of nutrition
Savu has numerous white sandy beaches, protected by reefs. Some beaches played a role in history like the beach between the harbour of Seba and the walled village of Bodo; it served as a landing place for Captain James Cook and his crew in 1770.
The beach of Uba Ae in Mesara hosts the most important ceremony of the year, kowa hole, where a ceremonial boat is launched out to sea.
Uba Ae in Mesara, as well as beaches of Raijua, is visited by surfers.
Gathering of sea food on reefs, small scale fishing activities, gathering of sea salt, sea weeds farming. Sea salt gathering using large shells or lontar containers has been a traditional activity on Savu and Raijua. In the last fifteen years seaweed farming has developed along the west and southeast coasts, bringing a new source of revenue to those living near the beaches.
Sabu Raijua memiliki Objek Wisata Alam yang mempesona yang terletak di beberapa titikdestinasi salah satunya adalah Wisata alam Kelabba Madja Di Kec. Hawu Mehara
Wisata Bahari Sabu Raijua memiliki karateristik Pantai dengan pasir berwarna putih
Sabu Raijua memiliki obyek wisata budaya yang unik dan menarik seperti perkampungan adat megalitik, dan ritual adat yang dapat menarik perhatian wisatawan baik domestik maupun manc ...
The megaliths of Savu are natural wonders. They are not burial places, but physical time markers. They were dragged to ritual places from various parts of the island.
Each domain of Savu has its own ritual calendar (kalender adat or kew�hu rai, the knots of the land) as well as a specific number for calculating the day of a ritual in the lunar ...
A village of origin or rae kepue is (or was) fenced, has a number of houses of the type èmu rukoko, a ritual place and sacred stones
Ceremonies of the adat calendar are linked to the traditional religion Jingi tiu. They are held for the well-being of the population, for connecting people with their ancestors
Traditional houses on Savu bear witness to a rich historical and cultural legacy. Today they still can be seen in all parts of the island, fulfilling their purpose as identity mark ...
The lontar palm tree has been for centuries the tree of life for the Savunese who drink its sap during the dry season. Every part of the tree is used in everyday life and for cerem ...