Perkampungan Megalitik Kujiratu

Perkampungan ini terletak di desa Kujiratu Kecamatan Sabu Timur. Didalam perkampungan ini terdapat batu megalitik, rumah adat dan pepohonan. Rumah adat yang disebut ammu rukoko, yang bentuk atapnya seperti perahu terbalik, bahan atapnya dari daun lontar dan bendek/panggung 3 (tiga) susun.

Dalam kampung situs ini terdapat rumah – rumah adat dan altar upacara adat berupa sejumlah megalitik dan peninggalan sejarah lainnya seperti : meriam, tombak, pedang dan gong raksasa sebagai warisan sejarah budaya dan masih dilestarikan/dirawat dan dijaga dan dimanfaatkan pada ritual – ritual tertentu

Upacara – upacara adat yang dilaksanakan setiap tahunnya di situs ini : 1. Pehere Jara Kelila/naiki kebui yang biasanya jatuh pada bulan februari/ bulan maret, 2. Eki Kengoro Rae yang jatuh pada sehari sebelum purnama waru bangaliwu dan pada keesokan harinya upacara bui ihi pada saat purnama dan dilanjutkan dengan pehere jara bangaliwu pada hari berikutnya. susku yang berda di dara rae ini adalah suku naporu dan kerogo – kerogonya (sub udu/klan) pemimpin upacara ritual dalam kompleks ini adalah banga rae, kiru lihu dan doheleo. situs kampung adat dan megalitik kujiratu terdaftar sebagai situs nasional sejak tahun 1988.