Kalender Adat

KALENDER KEGIATAN ADAT

SABU RAIJUA

 

Secara umum kalender kegiatan adat Sabu Raijua terbagi ke dalam 6 kelompok, yakni kalender adat wilayah. Sabu Timur, Sabu Barat, Liae, Hawu Mehara, dan Raijua, namun terjadi perang antara wilayah Sabu Barat dan Menia yang diakhiri dengan kekalahan wilayah adat  menia sehingga secara perlahan kegiatan adat di Menia hilang dengan sendirinya sehingga secara perlahan kegiatan adat di menia hilang dengan sendirinya sehingga tersisa kegiatan adat di wilayah adat Sabu Timur, Sabu Barat, Liae, Hawu Mehara dan Raijua saja saat ini.

pada kesempatan ini penulis menguraikan tentang kalender dan kegiatan adat, sebagai berikut :

Kalender adat Sabu Timur :

  1. Warru AA (Juni-Juli) : kegiatan yang diselenggarakan pada bulan Warru AA ini adalah Penyaro Ammu Appu (Hudi Bada Rai).
  2. Warru Ari (Juli-Agustus) : Tidak ada kegiatan adat yang terselenggara pada bulan adat ini.
  3. Warru Wadu Ae (Agustus – September) : Kegiatan yang terselenggara pada bulan ini adalah upacara Gappe Due, di dara Rae Awu dan Doka Iki
  4. Warru Wadu Kepette (September – Oktober) : Kegiatannya ialah Petitu Rao
  5. Warru Kelila Wadu ( Oktober – November) : Kegiatan yang terselenggara adalah Dabba Na Dou
  6. Warru Baga Rae ( November – Desember) : Kegiatan yang terselenggara adalah Upacara Pemou Do Made / Tao Leo dan Dabbo Rao Do Made dan Do Muri
  7. Warru Ko’o Ma ( Desember – Januari) : Kegiatan yang terselenggara adalah kegiatan Happu Ko’o
  8. Warru Kelila (Januari – Februari) : Kegiatannya adalah Pehere Jara Kelila Rae Ae dan Puru Wini Deo
  9. Warru Wila kolo (Februari – Maret) : kegiatan yang diselenggarakan pada bulan ini adalah ritual Nga’a Rou Kebui
  10. Warru Hanga Dimu (Maret- April) : Kegiatan yang diselenggarakan adalah Upacara Hora Kaba
  11. Warru Dabba (April-Mei) : Kegiatan yang diselenggarakan adalah Upacara Wolo Manu dan Dabba Mou
  12. Warru BAngaliwu (Mei-Juni) : Kegiatan yang terselenggara adalah Upacara Akki Kengoro Rai, Akki Kengoro Rae dan Nga’a Pedakka.

Sementara untuk Kalender Adat Raijua, uraiannya sebagai berikut :

  1. Januari (Warru Melolo Ma = Menanam Ladang)

Pada tanggal 1 (Hepeluha/Wallu Ahhi) Deo Rai memerintahkan/mengumumkan kepada

seluruh masyarakat unutk menanam ladang.

  1. Februari (Warru Wari Ma = Menyiangi ladang)

Mulai bulan sabit masyarakat melakukan kegiatan membersihkan rumput diladang.

kegiatan lain dalam bulan ini adalah :

  • Leko Wila = Mulai berbunga; kegiatan menyambut bunga kacang hijau
  • Hallu Wallu Bodae = Menutup Angin Utara; Kegiatan untuk menutup angin utara pada sat kacang berbunga menjadi penting karena angin utara diyakini akan merusak bunga atau bakal buah kacang dan tanaman lainnya.
  • Pengaddu Kelangngo = Pada saat kacang mulai berbunga perlu dilakukan upacara mengantar keluar walang sangit sehingga tidak merusakkan bakal buah kacang hijau dan tanaman lainnya

Pada akhir bulan Wari Ma diadakan upacara Hidu Bada (berburu hewan) untuk mempersiapkan upacara ritual bagi :

  • Dida Miha

Djiri Japi

Rai Ae

  1. Maret (Warru Hura Kaba = membuang kulit)

pada bulan ini dilakukan beberapa kegiatan ritual, yaitu:

  • Mengantar keluar/membuang piring/tempat makan yang digunakan pada orang mati (Huri Pai Oha Romade)
  • Membuang kulit kacang hujau
  • Pegaga Kediba (Persiapan Daba)
  • Daba Ae (pertemuan antar kelompok Ada dengan sabung ayam adat)
  • Daba Iki Dai Wai (pertemuan antar kelompok Ada dengan sabung ayam adat, terutama kelompok Ada yang pada Daba Ae belum mendapat kesempatan)
  1. April (Warru Daba Ae/Daba Ro)

Pada saat bulan sabit kegiatan adat yang dilaksanakan adalah Ledo Rona Kai (Ledo menanti kedatangan ikan duyung) di Dara rae Nadega. dilanjutkan dengan menarik kayu/balok ke laut untuk membuat menanti kedatangan duyung pada malam harinya, kemudian dilanjutkan lagi dengan Peluru Hawu (Gulat Sabu) di pantai selatan. Kegiatan keesokan harinya adalah sabung ayam adat.

  1. Mei (Warru Haga Aju Djami = Pangkas Kayu Hutan)

Pada bulan ini kegiatan yang dilakukan hanya berupa pemangkasan kayu di hutan, di pantai dan panen sorgum (Lakku terae) dan diakhiri dengan Bui Ihi Romade (Penyejukan diri orang mati)

  1. Juni (Warru Banga Liwu)

Pure Kaba (Mengupas kulit) panen dan pembersihan sorgum/terae serta memisahkan benih (Wuri Kattu)

  1. Juli (Warru Bagga Rae Ae)

Kegiatan dalam bulan ini adalah :

  1. Peoke : saling cambuk dengan menggunakan cambuk dan perisai (kerubi/tameng)
  2. Pehele : Kegiatan saling lempar dengan menggunakan buah lontar muda
  3. Kowa Rotai : Pembuatan perahu dilakukan seminggu sebelum purnama dan akan dilepas pada sore hari purnama, malam harinya diadakan pedoa?pegede
  1. Agustus (Warru Bagga Rae Ro)

IDEM

  1. September (Warru Rokoko)

Pada tanggal 18 atau 3 pehape dilaksanakan upacara Gape Due (ritual memohon untuk nira yang banyak serta keselamatan penyadap

10 Oktober (Warru Rokoko)

Kegiatan masak gula pagi dan sore

  1. November (Warru WAdu Iki)

IDEM

  1. Desenber (Warru Wabba Keruga)

kegiatan yang dilakukan adalah :

  • Wabba Keruga (mengambil terumbu karang untuk kapur sirih)
  • Hidu Bada Pengaddu Harro (berburu hewan untuk upacara menghantar bala, hama, sakit-penyakit, dan seterusnya keluar pulau
  • Pengaddu Wini (mengantar benih untuk diberkati/didoakan sebelum ditanam)

 Kalender Adat Untuk Wilayah Adat Seba

  • Warru Hanga Dimu (26 Desember s/d 23 Januari), kegiatan yang dilakukan: Nga’a Hanga Dimu/Hora Walora, pelaksana oleh Deo Rai
  • Warru Dab’a iki ( 24 Januari s/d 21 Februari), kegiatan Pehere Jara Bodo dan Pehoru, Dab’a ana dan Peiu Manu, pelaksana Mau Kia Jara
  • Warru Dab’a Ae ( 22 Februari s/d 22 Maret), kegiatan Pehere Jara Atta, Hobo hobo are, pelaksana Deo Rai
  • Warru Banga Liwu, (23 Maret s/d 20 April), Nga’a Doka, Doa Bui Ihi, Nga’a Banga-Liwu, Hole, Golo Kowa Hole, Pelaksana Deo Rai
  • Warru a’a ( 21 April s/d 20 Mei ), Bila Ada Na Dau, RAdda, Hubi Dae, Keboko Padia, Pelaksana Deo Rai
  • Warru Ari ( 21 Mei s/d 19 Juni), Tidak ada Upacara
  • Warru Puru Hogo ( 20 Juni s/d 18 Juli ), Tidak ada upacara
  • Warru Wadu (19 Juli s/d 17 Agustus), Tidak ada Upacara
  • Warru Baga Rae ( 18 Agustus s/d 15 September), Padi babi wonga : Nga’a baga rae, pelaksana Deo Rai
  • Warru ko’o ma ( 16 september s/d 15 Oktober), Happu ko’o, Ketaku Rai, KAi Aji, Kuja Ma, Pelaksana Bawa Iri
  • Warru Naiki (16 Oktober s/d 13 November), Tidak ada ritual adat
  • Warru Wila Kolo ( 14 November s/d 13 Desember), Hapo Wila ( Hilu Wara), Pelaksana Deo Rai

Kalender Adat Untuk Wilayah Adat Hawu Mehara

  • Warru Ha’e Rae (16 Oktober s/d 15 November), Tallu Peluha, Baja Na Ngoka pa kolo Dja Lammi pehape :Happu Ko’o, Penaha Uba Ae, Pelaksana Rae Rai Warru Ko’o Ma ( 16 November s/d 15 januari ), Lammi Pehape; Happu Ko’o, Penaha uba Ae, Pelaksana Deo Rai
  • Warru Nyale kuja ( 16 desember s/d 15 januari), Ketaku Rai, Abba Wini, Nga’a Dai wini, Kuja Ma, Nga’a Jalli Ma, PehereJara Kelila, Pelaksana Deo Rai
  • Warru Nyale Ae (16 Januari s/d 15 Februari), Nga’a Lai Nyale, Hibu Nyale (Tangkap Nyale), Pelaksana Deo Rai, masyarakat umum pada malam hari
  • Warru Penaha ( 16 Februari s/d 14 Maret), Ago Bonni Ae ( 5 peluha), Oro Pada ( 6 peluha), Takka Nyiu/Hapo Wila Kebui (7Peluha), Nga’a Hura Kaba (7 pehape), Para Ado/Dabia Na Dau (12 Pehape), Tali Manu Daba (13 Pehape), Pelaksana Deo Raid dan masyarakat
  • Warru Dabba Ae ( 15 Maret s/d 16 April), Nga’a Noe Kebui (7 luka), Pelaksana Deo Raid an Masyarakat
  • Warru Bangaliwu ( 17 April s/d 14 Mei), Nga’a Leba Dioka (Penu Pe) Doa Bui Ihi (Wilu Wora), Pehere Jara Bui Ihi (Hepe Hape), Tali Manu Banga Liwu (2 pehape), Gau Dule ( 5 pehape), Nga’a Hole (6 pehape), Lingu Dere (7 pehape), Golo Kowa (8 pehape), Pejula/Pehammi Jagga/Upacara dari Deo Rai ke Pulodo Wadu, Nga’a Wari Kattu (7 pehape), Hole mahia( 9 pehape), pelaksana Deo Raid an Masyarakat umum
  • Warru A’a ( 15 Mei s/d 16 Juni ), Bui Dare Do Mode di setiap rumah yang telah meninggal anggotanya, pelaksana keluarga
  • Warru Ari (117 Juni s/d 14 Juli), Tidak ada ritual
  • Warru Hobo (15 Juli s/d 16 Agustus), Gape Due, Pemuri Ra Rai (7 pehape), Nga’a Woro Hobol (Hilu Wara), pelaksana Pulodo Wadu dan Masyarakat Umum
  • Warru Wadu Ae ( 17 Agustus s/d 14 September ), Nga’a PAna Rao (Hilu Wara), dan Keto Kedue
  • Warru Kai Ari (15 September s/d 16 Oktober), Nga’a Dabu Rao (7 pehape), beta Raja, buka hallu (8 pehape), pelaksana Deo Rai, Rae Rai, Pulo Wadu, kerja sama-sama